Bismillah….

NO DOCUMENTS, NO HISTORY



Tak seperti biasanya, perkuliahan kearsipan yang dibimbing oleh Prof. Mestika Zed dan Etmi Hardi kali ini berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Rencana studi lapangan yang telah lama direncanakan akhirnya dapat dilaksanakan juga pada hari Kamis, 13 November 2008. Secara berombongan kami berangkat dari kampus pada pukul 07:30 WIB.

Kearsipan merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus kami ikuti dalam Program Strata Satu Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang. Perkuliahan ini berkenaan dengan teori dan praktek tentang penggunaan bahan arsip / dokumen sebagai data primer dan aplikasinya dalam penelitian sejarah dan ilmu-ilmu sosial. Dokumen atau data sejarah merupakan hal yang sangat penting dalam tahap heuristik metode penelitian sejarah.

Dokumen adalah sumber primer yang mencakup semua rekaman sejarah sezaman yang memungkinkan peneliti sejarah merekontruksi gambaran sejarah sebagaimana yang sesungguhnya terjadi, yang dibuat oleh tangan pertama atau oleh pelaku sejarah pada masa peristiwa itu terjadi atau sesudahnya. Bahkan, Leopold Van Ranke (bapak sejarah ilmiah) salah satu gagasannya yang paling bergema ke dalam dunia sejarawan  profesional sampai saat ini ialah:…no documents, no history (tak ada dolumen, tak ada sejarah).

Pentingnya sebuah arsip / dokumen dapat juga kita dengar dari aporisme yang dikeluarkan oleh J. Avarro (mantan presiden Panama) ”Organisasi tanpa arsip, ibarat tentara tanpa senjata, dokter tanpa obat, petani tanpa benih”.   Sedikit mengutip kata-kata Lyv mykland (pemerhati sejarah internasional), dunia tanpa arsip akan menjadi dunia tanpa ingatan, tanpa kebudayaan, tanpa hak-hak yang sah, tanpa pengertian karya sejarah dan ilmu serta tanpa identitas kolektif.

Kedatangan kami sekitar jam 08:10 WIB di Badan Arsip Daerah (BAD) disambut hangat oleh pegawai-pegawai yang sedang bertugas disana. Sebelum mengelilingi dan menggeledah dokumen-dokumen apa saja yang terdapat di gedung arsip tersebut, kami berbincang sejenak terlebih dahulu mengenai seluk beluk kearsipan di aula pertemuan yang teletak di lantai satu gedung tersebut. Cat dinding yang berwarna krem kontras dengan pajangan foto-foto yang terpampang  di sisi kiri dan kanan kami, seperti foto-foto tokoh PDRI yang telah menyelamatkan Republik saat  keadaan darurat melanda negeri ini, kemudian foto para tokoh Linggar Jati, Renville, Revolusi, dan foto M. Hatta yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan foto-foto lainnya.

Bapak Khairuzar selaku ketua HUMAS Badan Arsip Daerah (BAD) Sumatera Barat menjelaskan tentang fungsi BAD yang tidak hanya menyimpan dokumen tapi juga memelihara dan merestorasinya, dan pengelolaan arsip dinamis (arsip yang masih dipakai karena kegiatan masih dilakukan)  sangat berbeda dengan arsip statis yang harus dipelihara dan diselamatkan secara permanen untuk selama-lamanya. Namun, masalah nya sekarang adalah dalam pengumpulan  arsip, instansi yang ada di Sumatera Barat tidak mau menyerahkan dokumennya walaupun sebenarnya mereka tahu wajib hukumnya menyerahkan dokumen-dokumen tersebut. Ada juga instansi yang menyerahkan arsipnya tanpa diminta terlebih dahulu sebagai bentuk formalitas saja, tapi ironisnya, arsip yang diserahkan ke BAD hanya kertas-kertas kopian yang tidak jelas datanya.  Selain arsip kiriman dari instansi, ada juga arsip dari individu seperti dari Bapak AA. Navis yang menyerahkan karya-karya yang dihasilkannya termasuk juga tentang kehidupan pribadinya.

Banyak sekali pengetahuan baru yang kami peroleh dalam perkuliahan lapangan ini, ternyata untuk mencari data ke ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia), sebelumnya harus ke BAD terlebih dahulu, karena BAD sudah memiliki link dengan ANRI, hal ini berguna untuk mengetahui apakah data-data yang kita butuhkan terdapat dalam dokumen ANRI, hal ini bertujuan agar kedatangan kita ke ANRI tidak sia-sia nantinya.

Minimnya lulusan sejarah yang bekerja menjadi pegawai BAD, juga menjadi kendala dalam pengelolaan arsip, pada tahap penyeleksiaannya agak bingung menentukan tentang penting atau tidaknya sebuah dokumen dipertahankan.

Sekitar pukul 09:30 WIB, kami diajak berkeliling keruangan dokumen sambil diberi pengarahan lanjutan seputar dokumen yang ada di BAD oleh beberapa orang pegawai kearsipan. Beberapa arsip yang ada di BAD adalah Arsip Keuangan, Arsip Biro Binsos, Arsip-arsip KPU yang ada di Sumbar dan ada juga Arsip Belanda yang disusun menurut kelompok-kelompoknya dalam boks-boks yang tersusun sekitar dua meter (2 meter).

Penjelajahan di lanjutkan ke lantai dua yang menyimpan arsip-arsip statis alias arsip yang telah lulus tahap penyeleksian yang sudah tidak dipakai lagi dan dipelihara untuk selama-lamanya, diantaranya yaitu Arsip Kesehatan, Kehutanan, Irigasi, PPK, PKD, Ditsospol, BKKBN, PKK dan Arsip PT KAI. Sambil kami melihat-lihat data-data arsip yang ada, Prof. Mestika Zed berdiskusi dengan pegawai-pegawai tersebut lorong dekat boks-boks yang tersusun rapi sambil berdiri, sesekali kami bertanya dengan penuh selidik    tentang arsip-arsip  harus nya ada tapi kenyataannya tidak ditemukan di BAD. Contohnya arsip tentang PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) yang harusnya dokumen-dokumennya lengkap karena peristiwa tersebut terjadinya di Sumatera khususnya Sumatera Barat, ironisnya tak satupun kami temukan. Hal yang lucu juga kami rasakan ketika pegawai-pegawai BAD meminta kami merahasiakan tentang dinding-dinding BAD yang retak-retak dan sedikit hancur disebabkan gempa, padahal kalau dipikir sebaiknya hal tersebut harusnya dilaporkan agar dapat di perbaiki secepatnya oleh pemerintah daerah Sumatera Barat.

Setelah cukup lama berkeliling (walau tidak seluruh ruangan penyimpan dokumennya kami jelajahi karena keterbatasan waktu), sekitar pukul 10:30 WIB kami kembali ke kampus dengan berbagai macam pemikiran seputar kearsipan daerah yang data-datanya sangat minim jika di bandingkan dengan ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia), apalagi dengan Arsip kita yang ada di negeri Belanda.

[Tulisan ini merupakan laporan perjalanan ke Arsip Daerah Sumatera Barat tahun 2008]

 

Hera HM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: